Kisah Tragis STIP Amirullah, Meregang Nyawa di Tangan Seniornya

republika.co.id
Kisah Tragis STIP Amirullah, Meregang Nyawa di Tangan Seniornya - Pukul 10 malam, Seorang senior Sekolah Tinggi Ilmu Palayaran (STIP) Marunda, Cilingsing, Jakarta Utara memanggil enam orang juniornya untuk menghadap setelah latihan drum band selesai

Junior taruna tingkat satu itu menghadap ke seniornya yang berjumlah empat orang. Mereka berkumpul di lantai 2, kamar M-205. Dilokasi tersebut, ke empat junior taruna tingkat satu dipukuli secara bergantian oleh empat orang seniornya

Saat salah satu seniornya yang berinisial WS memukul Amirullah Adityas Putra (19) tiba - tiba tubuhnya lunglai dan ambruk ke dada WS

Ke empat senior yang memukulinya mendadak panik dan membawa Amirullah ke tempat tidur untuk dibaringkan. Setelah itu, para senior itu menghubungi yang lebih senior lagi, tingkat 4. Laporan kemudian dilanjutkan ke pembina dan petugas medis piket STIP untuk melakukan pemeriksaan

Amir mendapatkan perawatan sekitar pukul 00.15 hingga pukul 01.00 dini hari. Namun na'as, Amirullah sudah tak tertolong lagi. Amirullah meninggal setelah di pukuli oleh empat orang senior STIP, tempat dirinya menuntut ilmu. Kemudian petugas medis dan saksi melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cibinong pada pukul 02.00 dinihari

Amirulloh Adityas Putra (19), adalah taruna STIP Tingkat I Angkatan Tahun 2016 Jurusan Nautika

Tak lama setelah itu, polisi langsung menangkap empat orang kersangka dalam kasus tuduhan 
penganiayan ini, yaitu : SM (20), WS (20), IS (20), dan AR (20)

Kisah Tragis STIP Amirullah, Pemukulan Berujung Maut Tak Hanya Sekali

Amirulloh Adityas Putra via tribunnews.com
Kisah tragis berujung maut tak hanya baru kali ini terjadi di STIP Cibinong. Setidaknya kejadian berujung maut sudah pernah terjadi tiga kali, yaitu : tahun 2012, 2013, dan Kisah tragis amirullah tahun 2017

"Kejadian tersebut merupakan insiden yang ketiga kali. Sebelumya terjadi tahun 2012 dan tahun 2013," ujar Humas Polres Jakarta Utara Kompol HM Sungkono, seperti ditulis liputan6.com

Saat jenazah Amir di autopsi, ditemukan beberapa luka lebam ditubuh Amir. Luka lebam pada korban antara lain, bagian muka, dada, dan ulu hati Amir

Kasus ini sekarang ditangani penuh oleh pihak kepolisian Cibinong. Pihak sekolah STIP Capt Weku F Karuntu (kepala STIP) yang berada dibawah Kementrian Perhubungan ini menyatakan menyerahkan untuk ditindak lanjuti oleh kepolisian

Menhub Menyatakan Bela Sungkawa, Kepala STIP di Bebastugaskan

Kisah tragis STIP membuat Budi Karya Sumadi (Mentri perhubungan) menyatakan berbela sungkawa dan akan menindak tegas pelaku yang membuat salah satu taruna tingkat satu meregang nyawa

Budi Karya Sumadi sangat menyesalkan tentang adanya sebuah kejadian di sekolah STIP yang membuat terjadinya korban nyawa. Padahal menhub sudah berkali - kali mengingatkan agar selalu mengikuti standar prosedur atau protap pengawasan

Menhub menunjuk Kepala Badan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk membuat team penyidik internal agar mengusut sampai tuntas kasus tragis STIP yang merenggut korban nyawa Amir. Tim investigasi internal yang dibentuk diketuai oleh Sekretaris BPSDM Perhubungan Edward Marpaung

Atas kisah tragis STIP ini, menhub mnindak tegas dan membebastugakan sementara Ketua STIP. Menhub menunjuk Kepala BPSDMP untuk menggantikan Kepala STIP yang dibebastugaskan

Budi Karya menyatakan bahwa, kejadian di STIP ini adalah wilayah hukum, tersangka agar di proses secara hukum yang berlaku

Berkaitan dengan pelaku, karena ada yang sampai meninggal, kita nilai ini sebagai sesuatu ranah hukum," kata Budi Karya
loading...