4 Pimpinan Tinggi Perusahaan Teknologi AS Adalah Orang Imigran, Siapakah Mereka?

4 Pimpinan Tinggi Perusahaan AS Adalah Orang Imigran

4 Pimpinan Tinggi Perusahaan Teknologi AS Adalah Orang Imigran - Sejumlah pimpinan tinggi perusahaan teknologi diketahui adalah seorang imigran yang datang ke Amerika Serikat. Menyikapi kebiakan Trump dengan Perintah Eksekutif yang kontroversial ditentang oleh banyak kalangan. Termasuk para Boss pimpinan perusahaan di bidang teknologi

Kritikan juga dimunculkan oleh para pimpinan teknologi AS, seperti memo internal yang dilakukan oleh google, surhatan di dinding facebook Mark Zuckerberg, sampai aksi yang dilakukan oleh Sergey Brin. Sirgey Brin adalah seorang imigran asal Moskow yang saat ini menjadi pimpinan tinggi Alphabet, induk perusahaan google.inc. Sergey bergabung pada unjuk rasa yang berada di San Francisco International Airport untuk melonak keputusan Donald Trump

Perintah Eksekutif (Executive Order) adalah kebijakan yang dikeluarkan Trump untuk tidak menerima warga atau pengungsi dari tujuh negara mayoritas Muslim, yaitu : Syiria, Iraq, Iran, Sudan, Somalia, Yaman, dan Libya

Baca Juga : Komentar 7 Negara yang Diarang Masuk Ke Amerika Serikat

Para pimpinan yang menjadi Boss besar di perusahaan teknologi ternyata adalah seorang imigran yang datang ke Amerika Serikat, siapakah mereka?

Empat Pimpinan Perusahaan Teknologi Adalah Seorang Imigran

1. Sergey Brin

4 Pimpinan Tinggi Perusahaan AS Adalah Orang Imigran, Siapakah Mereka?

Pria pendiri google bernama lengkap Sergey Mikhaylovich Brin adalah seorang imigran asal Moskow. Brin adalah seorang keturunan Yahudi Rusia yang menjadi imigran bersama keluarganya ketika dirinya berumur 16 tahun.

Sebagai seorang imigran, Brin merasa dirinya harus ikut dalam aksi demonstran untuk melakukan penolakan Perintah Eksekutif Presiden AS Donald Trump. Dalam aksi demonstran yang diikuti brin di San Francisco International Airport, Brin melakukan aksi tersebut mengatasnamakan dirinya sendiri, bukan perusahaan google atau Alphabet

Saat Brin menjadi imigran di AS, dirinya kuliah ilmu komputer di Stanford University. Saat kuliah itulah dirinya bertemu dengan Larry Page, dan keduanya bersama – sama menciptakan search engine google

2. Sundar Pichai

4 Pimpinan Tinggi Perusahaan AS Adalah Orang Imigran, Siapakah Mereka?

Sundar Pichai adalah seorang imigran yang datang dari negara India. Pincai menjadi imigran di AS saat selesai study  Indian Institute of Technology Kharagpur  dan ke AS untuk melanjutkan kuliah di Stanford University

Saat ini Sundar Pichai sedang menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Google. Pincai mengecam keras Perintah Eksekutif yang anti-imigran tersebut. Selain itu, keputusan Trump ini akan menghambat talenta – talenta berkemampuan hebat untuk bergabung di perusahaanya

Atas keputusan yang dikeluarkan Trump, karyawan google akan banyak yang terkena imbasnya. Dari penuturan The Wall Street Journal, Karyawan google yang akan terkena dampak keputusan Trump adalah 187 pekerja. Karena keputusan itu, pihak google mengirimkan memeo kepada seluruh karyawannya yang sedang di luar AS untuk segera kembali

3. Satya Nadella

4 Pimpinan Tinggi Perusahaan AS Adalah Orang Imigran, Siapakah Mereka?

Satya Naraya Nadella (Satya Nadella) adalah seorang imigran berkebangsaan India seperti Sundar Pichai. Nadella saat ini menjadabt sebagai Chief Executive Officer (CEO) Micorosft.

Nadella mulai menjadi imigran di AS ketika dirinya melanjutkan study Ilmu Komputer di University of Chicago. Atas Perintah Ekekutif yang dikeluarkan oleh Trump, dirinya tak tinggal diam. Melalui akun LinkedIn miliknya, Nadella menuliskan, "Sebagai seorang imigran dan CEO, saya sudah mengalami sendiri dan melihat dampak positif yang diberikan imigran kepada perusahaan kami, negara dan dunia. Kami akan selalu mendukung topik penting ini"

4. Jan Koum

4 Pimpinan Tinggi Perusahaan AS Adalah Orang Imigran, Siapakah Mereka?

Pendiri WhatsApp Jan Koum adalaj transmigran asal Ukraina. Saat ini dirinya menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) WhatsApp. Koum melakukan imigrasi ke AS bersama keluarganya ke Montain View pada tahun 1992

Koum saat berpindah ke Amerika, dirinya berusia 16 tahun dan kondisi ekonomi mereka sangat buruk pada waktu itu. Koum, ibu, dan neneknya pernah menggantungkan hidup pada kupon makan gratis.

Saat ini, Koum menjadi seorang milyader berkat usaha kerasnya bersama Brian Acton untuk mendirikan WhatsApp. Saat ini WhatsApp berada di bawah naungan Facebook setelah di akuisisi dengan harga yang fantastis pada tahun 2014 silam
loading...