HEBOH!!! Lukisan Telanjang Kontroversial Presiden Korsel Dipamerkan
![]() |
| Kondisi Lukisan tanpa busana Presiden Korea Seatan setelah diturunkan dari pameran |
Lukisan Telanjang Kontroversial Presiden Korsel - Korea Selatan, Sebuah lukisan berpose telanjang berwajah Presiden Korea Selatan, Park Geun Hye di pamerkan di ajang pameran seni yang digelar di Majelis Nasional. Pameran yang di laksanakan mulai hari jum’at 20 januari 2017 ini menjadi heboh dan menuai banyak kritikan sekaligus pro dan kontra diberbagai kalangan
Penyenggara pameran yang bertajuk “Soon, Bye” ini digelar oleh Pyo Chang-Wong dari pihak partai utama oposisi di Korea Selatan, yaitu Partai Demokrasi Korea (DPK). Dalam pameran tersebut, ada sebuah lukisan yang menggambarkan Presiden Korsel tanpa busana sebagai bentuk kritik terhadap presiden
Lukisan tanpa busana Presiden Negeri Gingseng mendapatkan banyak protes. Salah satu yang memprotes keras pameran lukisan tersebut adalah Anggota Parlemen Perempuan. Dari pihak Partai
Demokratis Korea (DPK) pun mngajukan pyo Chang-won kepada Komite Etik atas tindakanya yang di anggap indisipliner
Juru bicara DBK, Park Kyung-Mee menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Pyo kebebasan berekspresi tetap ada batasannya, apalagi lukisan tersebut dipamerkan di acara yang diselenggarakan oleh anggota parlemen
"Meski karya seni itu dimaksudkan sebagai sindiran, kami menyimpulkan bahwa tak pantas untuk memamerkan lukisan tersebut di sebuah acara yang diselenggarakan oleh anggota parlemen," ujar Park Kyung
Selain itu, menurut Park bahwa lukisan yang di pamerkan oleh Pyo, meskipun memiliki muatan kritik namun dalam lukisan itu sangat sarat dengan makna anti feminis
"Pyo membela dirinya dengan mengatakan hal tersebut merupakan kebebasan berekspresi. Tapi lukisan itu juga anti-feminis," tambah Park
Lukisan Telanjang Presiden Korsel Diturunkan dan Dihancurkan Massa
![]() |
| Kondisi lukisan telanjang Presiden Park setelah diturunkan dan dihancurkan yang diduga dilakukan oleh kelompok konservatif |
Setelah banyak kritikan yang masuk terhadap karya lukisan tanpa busana Presiden Korsel, pada hari selasa 24 januari 2017 lukisan tersebut di turunkan dan dihancurkan oleh sekelompok orang yang diduga dari kelompok konservatif
Lukisan itu menggambarkan tentang sindiran terhadap Presiden Park Geun Hye yang diduga tidur setelah menerima suntikan obat tidur sehingga dirinya bisa melakukan perawatan kecantikan pada tanggal 16 april 2014 silam. Pada saat yang bersamaan, sebuah kapal Feri Sewol tenggelam. Banyak pihak yang menduga bahwa tenggelamnya kapal Feri Sewol adalah kelalaian Presiden yang menghilang selama tujuh jam terlelap akibat tertidur oleh efek obat tidur
Lukisan tanpa busana Presiden tersebut adalah sebuah parodi dari gabungan dua lukisan “Olympia” karya Edouard Manet dan "Sleeping Venus" karya Giogione
Lukisan itu merupakan parodi dari gabungan dua lukisan, yakni "Olympia" karya Edouard Manet dan "Sleeping Venus" karya Giogione. Dalam lukisan tersebut di gambarkan ada seorang perempuan tanpa mengenakan busana dengan wajah Presiden Park. Selain itu, dalam lukisan juga terdapat gambar tokoh sentral korupsi, yakni Choi Soon-sil yang sedang memegang sejumlah jarum suntik. Sementara dibelakangnya terdapat jendela yang menampilkan gambar kapal Feri Sewol sedang tenggelam
Menurut sang pelukis Lee Ku-Young, sebelumnya pernah mengatakan bahwa lukisan yang bertema “Hilangnya” Presiden Park selama tujuh jam saat terjadi tragedi Sewol adalah sindiran keras hubungan antara Presiden Negeri Gingseng dengan Choi Soon-sil
Dalam embuatan lukisan penuh kontroversial itu, dalam pembuatannya di duga melibatkan 20 pelukis yang masuk di dalam daftar hitam oleh pemeritahan Presiden Park
Saat ini partai yang berkuasa di Korsel adalah Partai Saenuri. Pihak Partai Saenuri mengkritik tajam tindakan pameran lukisan tanpa busana Presiden tersebut dengan mengatakan bahwa : "pembunuhan karakter Presiden berkedok kebebasan berekspresi."
"Kita harus menghormati kritik wajar seniman terhadap isu-isu sosial, tapi jika hal itu terlalu jauh, hal tersebut menyebabkan kemarahan," ujar juru bicara Partai Saenuri, Kim Jung-jae seperti dikutip di laman liputan6.com
loading...

