Komentar 7 Negara yang Dilarang Trump Masuk AS dengan Perintah Eksekutif

Komentar 7 Negara yang Dilarang Trump Masuk AS dengan Perintah Eksekutif
Putusan Eksekutif Donald Trump via AFP
Komentar 7 Negara yang Dilarang Trump Masuk AS dengan Perintah Eksekutif - Presiden Amerika Donald Trump yang belum genap memerintah selama 10 hari telah memuncetuskan keputusan yang kontroversial. Putusan yang dikeluarkan Trump kali ini adalah Perintah Eksekutif (executife order) yang melarang datangnya pengunjung ataupun pengungsi dari tujuh negara, yakni : Suriah, Iran, Irak, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman. Ketujuh negara yang dilarang Trump adalah negara mayoritas Muslim

Terkait kebijakan yang dikeluarkan melalui perintah eksekutif ini, ribuan pendatang terpaksa dicekal di bandara John F. Kennedy. Para pendatang yang akan masuk ke AS ini sampai melakukan unjuk rasa untuk bisa masuk ke AS. Namun, kemungkinan mereka harus pulang kembali ke tempat asalnya

Theresa May, Perdana Menteri Inggris mengungkapkan bahwa dirinya tidak sepakat dengan putusan eksekutif yang dikeluarkan oleh Donald Trump

Pendiri Google, serta Mark Zuckerberg juga tak sepakat dengan yang dilakukan Presiden Paman Sam ini. Mereka dikabarkan menulis dalam akun resmi serta Mark membuat curhatan tentang Istrinya yang berdarah keturunan China.

Statmen Mo Farah, seorang pelari dari Inggris memaparkan bahwa dirinya merasa seperti Alien saat di AS. Selain itu, dirinya juga khawatir tidak bisa pulang ke Inggris karena kebijakan yang di ambil oleh Trump ini

Javad Zarif, menteri luar negeri Iran menungkapkan bahwa kebijakan yang di ambil Presiden Donald Trump adalah “Hadiah Besar” kepada para eksrimis. Namun, diskriminasi kolektif yang dilakukan oleh Trump dapat menyebabkan organisasi teroris makin mudah untuk merektur para pengikut. Disisi lain, hal ini adalah “Penghinaan Bagi Muslim”

Komentar Tujuh Negara yang Dilarang Trump Masuk AS Melalui Perintah Eksekutif

Komentar 7 Negara yang Dilarang Trump Masuk AS dengan Perintah Eksekutif
via liputan6.com

IRAN

Meneteri Luar Negeri Iran berpendapat melalui akun resminya di Twitter menyampaikan bahwa yang dilakuka Trump adalah Hadiah Besar yang diberikan kepada para ektrimis, disamping itu juga ini adalah bentuk penghinaan yang dilakukan Trump terhadap umat Muslim

Hubungan Iran dan AS memang sedang dingin sejak putusnya hubungan dua negara ini ditahun 1980 oleh Presiden Amerika Serikat sebelumnya, Jimmy Carter

IRAK

Pemerintah Irak memahami dengan Putusan Eksekutif yang dilakukan oleh Donald Trump karena motif keamanan. Walaupun Putusan tersebut juga berlaku pada negaranya tersebut

Namun, Irak dan AS memiliki hubungan khusu yang patus untuk dipertimbangkan Pemerintah AS atas putusan eksekutifnya itu

Saad Al Hadithi, Juru Bicara Irak menyampaikan bahwa Putusan Eksekutif yang dikeluarkan oleh Trump tidak mempengaruhi hubungan bilateral yang sedang diperkuat oleh dua negara tersebut. Anggota parlemen Irak berencana untuk melakukan lobi dengan pemerintah AS. Mereka perlu berembug dalam masalah melawan ISIS

"Irak berada di garis depan melawan terorisme. Tak adil jika Irak diperlakukan dengan cara seperti ini, Kami meminta pemerintah Irak untuk membalas keputusan yang diambil oleh pemerintah AS." kata komite hubungan internasional parlemen Irak seperti dikutip pada laman liputan6.com

Jika AS tak merubah putusannya, maka Irak akan bertindak melarang warga AS untuk memasuki Irak serta mengusir ribuan tentara AS yang masih di Irak sejak invasi yang dilakukan AS tahun 2003 silam

SURIAH

Suriah saat ini tengah pecah perang saudara yang membuat Presiden Bashar Al – Assad sepertinya belum merilis pernyataan resminya. Akibat perang yang pecah di Suriah, hampir 5 juta warganya mengungsi. Sementara itu, sejumlah warga Suriah (12.587 orang) datang ke AS sebagai pengungsi

Akibat putusan eksekutif yang dilakukan oleh Donald Trump, pengungsi yang akan masuk ke AS terpaksa dihentikan. Padahal, menurut PBB dan International Organisation for Migration, pengungian warga Suriah adalah yang paling mendesak di dunia

PBB dan International Organisation for Migration mengharapkan agar Donald Trump meninjau  kembali Putusan Eksekutifnya, atau minimal memberikan zona aman kepada para pengungsi Suriah

YAMAN

Sampai berita ini diturunkan, pemerintah Yaman belum mengeluarkan pernyataan resmi, hanya Kedutaan Besar Yaman di AS yang menyerukan untuk warga Yaman agar tidak melakukan perjalanan keluar masuk ke negara AS

Saat ini Yaman tengah berada dalam perang saudara. AS melakukan serangan kepada Al Qaeda dinegara Yaman. Perang tersebut menewaskan penduduk dan juga tentara AS. Sejak kepemimpinan Trump, satu orang tentara dinyatakan tewas saat penyerbuan terhadap Al Qaeda

SUDAN, LIBYA dan SOMALIA

Sejauh ini, tiga negara tersebut belum merilis pernyataan resmi dalam menanggapi larangan tersebut.

Libya saat ini diketahui telah hancur oleh perang saudara. Negara itu kini tidak memiliki pemerintah pusat yang berfungsi
loading...